Jujurrr lebaran tahun ini menyenangkan deh. Setelah 7 tahun absen lebaran di Ciledug karena always di Purwokerto dengan Mbah Putri. Sekarang, Mba Putri udah ngga ada dan lebaran dulu di Ciledug. Menyenangkan karena gue ga ngerasa kesepian. Lebaran di Ciledug rame banget terus pas di Purwokerto pun gue cuma 2 hari dan acaranya padet banget. Love it. Soal ditanyain kapan nikah juga engga ada.... doa dari tante dan pakde gue pun "sukses ya Flaa" UDAH GIVE UP kayanya. Heuheu. Eitssss, tapi pressure itu tentu belum hilang sepenuhnya. Pressure tersebut datang dari kedua orang tua aku:) Gue masih kekeuh banget lagi gue cuma mau nikah sama orang yang gue 'sreg'. Gue gamau ngerasain lagi perasaan yang ga setara. Gue gamau ngerasain hal yang sama kayak salah potong rambut di salon, maksain makan makanan yang salah pesen, atau nerima paket yang ternyata beda sama di foto. Setelah 10 tahun single, jatuh bangun patah hati sebegitunya masa gue ended up sama orang yang gak gue '...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Biar Jadi Manusia
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Assalamualaikum wr wb!
Hello typorapers, selamat akhir bulan maret ya<3
Bahasan kali ini akan berbeda dengan bahasan blog gue sebelum-sebelumnya. Mumpung pemilihan capres-cawapres dan legislatif tinggal beberapa hari lagi, jadi mau bahas apa kalau bukan bahas politik.
Kaget ga?
Temen yang deket sama gue gabakal kaget sih. Apalagi followers tweeter qu.
Jadi udah paham kanz kenapa judul gue: Biar Jadi Manusia?
Cebong dan Kampret adalah julukan yang disematkan kepada kita yang udah punya pilihan capres-cawapres di tanggal 17 April 2019 nanti.
Lol
Gue sih rada gatau sejarah julukan hewan ini, kenapa menempel begitu lekat kepada para pendukung kedua capres-cawapres. Jelasnya gue bukan salah satu dari mereka atau mungkin berusaha untuk tidak seperti mereka.
Emang bisa?
Ya bisa aja.
Gue sih mendefinisi-operasionalkan julukan tersebut sebagai sinonim dari pendukung fanatik. Jadi buat kita yang ngga mau dijulukin sama kedua hewan tersebut (karena memang sejatinya kita adalah manusia), gue akan menunjukkan tips sederhana agar tetap terbuka kepada pilihan orang lain dan tetap objektif dalam berpikir dan bertindak yang tentunya untuk meredam kefanatikan pilihan kita.
Gampangnya,
Follow Instagram Kedua Akun Kampanye
Hal ini cukup membantu loh! Ya bisa jadi kamuflase juga biar ga keliatan Cebong atau Kampret banget. WKWK. Seengganya kita bisa fair dan mempertimbangkan juga sudut pandang pendukung lain terhadap pilihannya.
Jujur aja, gue udah punya pilihan tapi setelah gue follow akun kampanye atau pemenangan tim lain, gue jadi paham "oh ini toh alasan mereka milih doi". Apakah gue berpindah haluan? Ya engga, tapi gue jadi lebih rasional dan memahami alasan mereka/temen-temen kita memilih pilihan yang bersebrangan dengan kita dan seharusnya kitadapat menghargai pilihannya.
Tonton IDN Times
Udah tau belum nih kalau IDN Times udah sempet wawancara kedua cawapres kita secara terpisah? Meski menurut gue hostnya ga tajam untuk megeluarkan seluruh ability yang dimiliki kedua cawapres, namun kita jadi paham aja jalan pikir kedua cawapres. Simpelnya, mengingatkan bahwa kedua pasangan presiden kita sama-sama baik dan punya tujuan yang sama yaitu memajukan Indonesia meski dengan cara yang berbeda.
Ohiya selain wawancara dengan cawapres, IDN Times juga pernah bikin talkshow dengan dua perwakilan parlmen kita soal RUU PKS baik dari fraksi kubu 01 dan kubu 02. Disanalah gue jadi belajar mekanisme legislasi yang ternyata cukup rumit.
Ikuti Tubruk-nya Pandji
Gue sih suka beneran sama Pandji karena doi berada di titik balance yang gaperlu dikhawatirin lagi lebih condong kemana. Walau terkadang keliatan condongnya tapi bisa langsung ditutupin sama hal lainnya. Ya intinya dia netral karena hingga saat ini masih menunjukkan hal terebut di media dalam jaringannya manapun. Tubruk adalah salah satu konten yang doi buat untuk membahas politik. Mulai dari bahas partai, calon-calon legislatif, dan wawancara cawapres juga udah mulai doi garap dengan ciamik nan tajam. Pertanyaan-pertanyaan yang menghinggap di kepala kita, muncul di Tubruk dan Tubruk sendiri jadi ajang klarifikasi juga memberikan perbedaan warna secara jerlas 01 maupun 02.
Tonton Asumsi
Buat kalean yang suka bahas politik gamungkin engga tau Asumsi. Seengganya pastilah pernah terlewat di timeline twitter, instagram, atau yutub kalian. Menurut gue, Asumsi cukup netral, ga jauh beda sama Tubruk-nya Pandji. Konten soal politiknya banyak banget. Informasi, berita, sampe talkshow soal politik adalah menu utama dari konten Asumsi.
Ikuti Media Jurnalis Imbang
Media jurnalis digital udah banyak banget sampe hampir ga keitung. Dari banyaknya media jurnalis, terdapat tiga yang 'lumayan' berimabang:
1. Tirto
Media ini lagi heboh bgt bro-sis apalagi saat debat kemarin yang cukup mengundang kontroversi. Tiap debat, Tirto selalu cek kata-data, menilai apakah capres-cawapres kita berdebat dengan data yang valid-apa enggak. Lumayan lah buat 'nemenin' kita debat. Oiya, Tirto juga punya segudang berita yang dibuatkan infografis, baca berita jadi ga ngebosenin. He.
2. Kumparan
Refrensi berita yang cukup netral. Kayanya gapernah aneh-aneh deh Kumparan?
3. Opini.id
Walau terkadang bakalan ngerasa "eh kok gini" "eh kok rada nyondong ke serong?". Tenang aja, masih bisa disebutkan netral kok karena masih berani untuk mengkritik si serong. Mr. Ngehek dan Obrolan Kulkas lumayan menghibur meski bahasannya berat, soal politik.
Follow Twitter:
Twitter adalah media sosial yang gaperlu upload foto untuk beropini karena tanpanya pun tulisan masih asik untuk dibaca. Twitter paling enak banget buat nyari tau bahasan politik. Sayangnya banyak banget bahasan yang ga substansial, menyerang personal, dan mendamba-dambakan identitas tertentu. Gue sih saranin kalian follow individu-indivdu ini di twitter agar timeline kalian penuh dengan topik politik nan substansi:
1. @budimansujatmiko
Buat kalian yang memilih ganti presiden, coba follow beliau. Aktivis desa banget makanya beliau sempet diundang di kuliah umum gue saat semester 3 kemarin. Buat kalian yang bersebrang politik dengan beliau, bahkan misalnya udah ke taraf benci, seharusnya sih bakal teredam kalo udah follow.
2. @_haye_
Orang ini udah pernah muncul di Asumsi lumayan cukup lama. Tapi enggan gue tonton karena gue gatau dia itu sokap. WKWK namun setelah gue jalani hari-hari dan ada salah satu temen gue yang hobi banget RT-RTin politik (mau itu kubu 01 atau 02), gue jadi tau @_haye_ itu siapa. Omogannya pedes tapi tetep substansial. Lo harus tonton doi nih bahas sistem demokrasi di Asumsi. Well walau gue ga setuju 100% bahasan dia di Asumsi karena ada beberapa celah yang menggumamkan diri gue: "sayang banget doi salah persepsi!", tapi setela itu clear. Gue sangat cucok dengan jalan pikirnya.
Gue suka sama cara dia memerdekakan dirinya dan konsisten terhadap opininya.
3. @imanlagi
Salah satu orangnya Asumsi. Condongnya sih kebaca banget tapi... dia sama seperti gue. Berusaha untuk tetap jadi manusia. Mengatakan salah kalau salah, mengatakan benar apabila benar. Suka aja sih doi asik banget nih tweeting selama debat berlangsung. Selain itu di juga suka RT-RTin politik nih, jadi lumayan buat menambah Insight kita soal politik. Terlebih: ANAKNYA LUCU BGT HUHU.
4. @mohmahfudmd*
Meski beliau gajadi cawapres dari 01, beliau secara tegas memaparkan kepada kita dimana posisinya. Ga berpaling ke 02 juga ga menjelekkan 01. Sikap politiknya top, cuitannya gapernah menjatuhkan pihak manapun kecuali yang emang jahat, koruptor contohnya.
*Tambahan dari temen diskusi gue. Terima kasih.
5. Last but not least @fahrihamzah
Gue duluteh keselllll banget sama individu satu ini. Kek nyentrik aja gt omongan-omongannya. Namun setelah aku nonton Asumsi (kayanya), aku jadi jatuh cinta. Fahri Hamzah adalah sosok yang tahu posisinya dan paham betul apa yang beliau perjuangkan. Cocok buat kalian yang benci sama gerakan #2019GantiPresiden, jadi ya rada keredam lah seharusnya mah.
Lima individu yang udah gue promote di atas adalah orang-orang yang memiliki sudut pandang dan pilihannya masing-masing. Kalo kalian mau jadi manusia, coba untukk fhalaw mereka SEMUA dan biarkanlah diri kalian menerima bahwa banyak sudut-sudut untuk memandang Indonesia, belajarlah untuk memahami sudut kalian sendiri. Jangan termakan dengan idola capres/cawapres kalian, pertahankan sikap kalian. Namun jangan lupakan untuk berjabat dan mengenal sudut pandang lainnya karna kita tetap sebangsa.
Terima kasih teman-teman yang sudah memberikan saya masukkan kritik dan saran dalam penulisan post ini. Terima kasih sudah peduli:"")
Akhir kata, maaf kalo banyak kekurangan dalam refrensi ini. Buat temen-temen yang punya refrensi lainnya masih boleh banget komen atau dm atau line atau wa. ter-se-rah. Let me know ya pokonya! Akhiran post ini saya tutup dengan
Cebong vs Kampret by Asumsi
Wassalamualaikum wr wb
Nb: Ketebak ga gue nutupin diri sebagai Cebong atau sebagai Kampret? Wkwk
Sebelum memulai part 4 ini, mohon izinkan saya opening terlebih dahulu: Assalamualaikum wr wb!! Apa kabar lo, kamu, Anda? Semoga sehat-sehat ya. Asli. Ga kerasa udah part 4 aja???! Berbeda dengan part 3 yang sulit nemuin film bagus, di part 4 ini justru sulit karena 4/5 film yang gue tonton udah cukup bagus-bagus(?) Gue jadi bias standar, "engg ini tuh wajib ditonton atau b aja ya?" So , same as the previous part, gue tetep list film-film yang "boleh dicoba" setelah yang "wajib". Format baru dari part 4 ini yakni pendeskripsian effort gue untuk tontonan ini, "rela gak gue nonton di bioskop? Atau cukup nonton di digital streaming sahaja?" Sebenernya, gue punya 13 daftar film Thai. Tapi, sisanya gak ditemuin di platform legal yang lagi gue subscribe– ya,, apa lagi kalo bukan the one and only: Netflix. Langsung aja, here these are film-film yang wajib lo tonton part 4 and lucky for you, semuanya ada di Netlfixxx: 1. Classic Again Cast: Ranchr...
Oh baby, with all this mess, I still save you a space Capture and try all viral photobooths or spinning spirals in the woods Wearing red, black, or blue, but the crowns are made for us two Don't mind lying on my floral, 'cause I am not bothered with your Arsenal We can replace that football team, 'cause I just want to keep the rhythm
Haaaaii. Assalamulaikum! Udah lama baaaangeet hahahhaha. Bingung mau mulai dari mana, tapi ayo mulai dari ringkasan kehidupan gue, SO FAR. Meski published date -nya Januari, gue baru bikin di bulan Mei. Bagi yang mengikuti jejak hidup gue di blog mungkin udah tau ya kalo gue pindah kantor. Mungkin alasan dan faktor utama gue jarang ngeblog adalah... pindah kantor. Singkatnya, lumayan penuh dan baru ada mood untuk nge-blog. ANYWAY, perayaan 25 tahun ini mengusung tema: Mandiri. Tahun sebelumnya, dominannya gue membiarkan temen gue untuk memilih atau menebak keinginan gue. Mulai dari kue, tempatnya, ucapannya. Untuk tahun ini, I make my own happines. Mulai dari, gue minta diucapin AGANTA yang "B U Bu, N, G, A, GA. BU NGAAAA" Gue kan agak ansos yah di jurusan apalagi ke adik tingkat. Untungnya, temen-temen gue semua adalah aktivis jurusan yang mana cukup membantu gue secara hubungan horizontal. Alias, bukan cuma ke adik kelas tapi juga serba serbi jurusan; gue selalu terselamat...
Comments
Post a Comment