Stuckkk

First thing first, hayiii!  28 tuh..... terdengar sangat tuwir yh kalo diucapkan. Dan yang bikin gue resah adalah... gue merasa kalo soul gue tuh masih kayak kuliah gitu. Atau minimal baru lulus kuliah. -- Lagi seliweran di TL gue yang melabelkan Taylor Swift tuh masih stuck in highschool era and she is the oldest teenager. Terus gue kayak.... oh wow. Kita tuh gabisa mengekspreksikan apa yang kita rasain karena umur ya? Bahwa apa-apa yang kita mau tunjukkin ke dunia harus relevan dengan usia pada umumnya. Karena kalo engga? Artinya, lo masih stuck dan ga dewasa. Karena hal tersebut, gue jadi mikir berkali-kali kalau mau upload sesuatu di Instagram.... sesimpel mau upload lirik lagu aja, gw takut. Temen gue udah punya anak lagi bingung mau sekolahin di mana dan gue masih riweuh sama lirik lagu buat ngode.  -- Siang tadi pas jam istirahat, gue dan temen gue yang halangan makan bareng. Dia cerita kalau dia mellow di sahur pertamanya sebagai istri. Dia lagi halangan dan harus tete...

Attachment Style

Hayiii! kembali lagi dengan per-tes-an duniawi~

Tes Love Language udah, DISC udah, MBTI udah. Sekarang yang lagi rame:

Attachment Style. 

Apa sih Attachment Style?

Attachment theory is a psychological theory that attempts to explain how people form and maintain relationships, particularly those between a child and their caregiver. These internal working models guide their later relationships with others, shaping how they approach intimacy, trust, and emotional regulation. 

Gampangnya, teori untuk mengidentifikasi tipe seseorang dalam membentuk dan memelihara hubungan. 

Terbagi jadi empat tipe: 

1. Disorganized/fearful-avoidant

2. Avoidant/Dismissive

3. Anxious/preoccupied 

4. Secure 

Lengkapnya ada di sini

Tes ini pendekatannya ada dua yaitu hubungan kita dengan caregiver atau orang yang emang deket sama kita (ibu, ayah, pasangan) dan general

Desclaimer bahwa hasil tes ini tentu dinamis karena bergantung dari apa yang kita rasakan dan alamin saat mengisi.

Hasil tes attachment style gue yaitu: Secure

Tapi kalau dibedah sesuai dengan pendekatannya satu persatu jadinya gini:


Hubungan gue ke bokap... ya gitu. Bokap gue kaku banget. Mau cerita juga bingung cerita apa. Hubungan gue sama bokap lagi rentan banget akhir akhir ini. Sekarang juga gak bisa ngomel-ngomelin pemerintah depan beliau karena beliau 02 voter. HAHAHAHHA. Maaf ya, Pa. Semoga lekas sadar. Di samping itu, gue masih bisa bebas mengekpresikan perasaan gue ke beliau. So that's why ga jauh-jauh banget titik dismissing ke securenya.

--

Nyokap dan Pasangan kurang lebih sama: preoccupied/anxious.

Gue khawatir banget kalo ga ada mereka di sisi gue. 

Dari pertanyaan tersebut, gue membayangkan apa jadinya hidup gue tanpa nyokap? Siapa lagi yang mau ingetin gue makan dan sekaligus nyuapin? Actually it's not that simple, I just can't elaborate it.

Nah, kalau konteks pasangan emang belum relevan ya untuk saat ini. Tapi, emang saat ngisi, kita diharuskan untuk memposisikan seandainya gue udah punya pasangan.

Ada beberapa pertanyaan seperti:

"lo khawatir kalo pasangan lo ga melakukan hal yang sama kayak lo"

"lo khawatir kalo pasangan lo nyuekkin lo"

Tentu aja iya??

Gue takut banget kalo ngalamin perasaan yang jomplang sama pasangan.

Can u imagine lo udah suka sayang pol polan, effortful dalam hubungan tersebut tapi dianya biasa aja??

di sisi lain, secara general, gue secure.

Perbedaan attachment secara general dengan caregiver adalah hal yang normal.

Menurut analisa gembel gue, irisan antara secure di general dan preoccupied/anxious di pasangan jadi alasan gue masih memilih untuk sendiri selama bertahun-tahun. 

Tidak lain dan tidak bukan karena gue terus mencari pasangan yang perasaannya setara. Dan kalo belum dapet, gue gak masalah sendiri.

Gue cuma mau sama orang yang dari awal bikin gue yakin. Gue gak tau sih hal ini sehat apa engga, nanti deh gue konsul ke psikolog (aka temen kantor hehe).

So these are the words I always repeat in my head:

I want to feel in love again. I want to feel safe to expressing my feelings. I want to love the right man. And if I am forced to jump, I want to land on the safe ground. Dan kalo belum nemu, I'd rather be alone. No one has right to destroy my peace.

Lo bisa cek attachment style lo di sini.

Ada juga versi Indonesia yang pendekatannya HANYA general di sini.

Gue cek dua duanya supaya lebih valid.

Comments

Popular posts from this blog

Film Thailand Wajib Ditonton Pt.4