First thing first, hayiii! 28 tuh..... terdengar sangat tuwir yh kalo diucapkan. Dan yang bikin gue resah adalah... gue merasa kalo soul gue tuh masih kayak kuliah gitu. Atau minimal baru lulus kuliah. -- Lagi seliweran di TL gue yang melabelkan Taylor Swift tuh masih stuck in highschool era and she is the oldest teenager. Terus gue kayak.... oh wow. Kita tuh gabisa mengekspreksikan apa yang kita rasain karena umur ya? Bahwa apa-apa yang kita mau tunjukkin ke dunia harus relevan dengan usia pada umumnya. Karena kalo engga? Artinya, lo masih stuck dan ga dewasa. Karena hal tersebut, gue jadi mikir berkali-kali kalau mau upload sesuatu di Instagram.... sesimpel mau upload lirik lagu aja, gw takut. Temen gue udah punya anak lagi bingung mau sekolahin di mana dan gue masih riweuh sama lirik lagu buat ngode. -- Siang tadi pas jam istirahat, gue dan temen gue yang halangan makan bareng. Dia cerita kalau dia mellow di sahur pertamanya sebagai istri. Dia lagi halangan dan harus tete...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Mengulik Duduk Perkara Konflik Palestina-Israel
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Setiap memutuskan untuk memihak terhadap sesuatu, gue selalu menempatkan bahwa keberpihakkan gue ini harus bisa dipertanggungjawabkan. Kalo perlu, gue bisa lantang berpendapat kalau ada yang ajak berdiskusi.
Begitu pun dengan konflik Israel dan Palestina. Meski dalam agama yang gue anut punya keberpihakan yang mutlak, gue harus memahami duduk perkaranya dengan baik. Jadi, seandainya ada yang bertentangan, gue bisa mempertahankan apa yang gue pilih secara kontekstual, runut, dan logis.
--
Tulisan ini udah gue buat beberapa bulan lalu (hampir setahun). Saat itu, gue buka explore youtube dan menemukan bahwa Palestina kembali berjuang demi tanahnya. Cukup lama gue nggak mau menujukkan keberpihakan gue secara lantang. Tentu, karena belum mengetahui secara detail duduk perkaranya.
Yang gue tau cuma sebatas "Tanah Palestina direbut oleh Israel" "sudah ada di Al Quran bahwa peperangan itu tidak akan berhenti" "tanah tersebut adalah tanah terjanji dari 3 agama besar."
Tapi ya yaudah, cuma sampai situ aja. Motif Israel merebut tanah Palestina sampai perang berpuluh-puluh tahun juga gue nggak tau selain "tanah terjanji".
Kebetulan video Hipotesa tentang Israel muncul di beranda youtube gue. Karena gue udah percaya sama kualitas produksi dari Hipotesa Media, then I decided to start ngulik.
Gue merasa bahwa nonton video dengan base sejarah pandangan umum seperti ini merupakan awal pengulikan yang bijak.
Setelah mengerti alur sejarahnya dengan menonton sampai 3 kali, gue beralih ke pendapat ahli konflik timur tengah. Yang, yak, dihostkan oleh salah satu manusia paling liberal di following twitter sy: @cittacarlaine.
--
Setelahnya, gue berlanjut ke pov agama gue. Mulai dari Ust. Adi hidayat - Felix Siauw
Di atas baru episode pertama ya, seri lainnya ada di sini:
Saat gue nonton dua video pertama yakni Hipotesa dan Citta, gue berpendapat "o ywd pake skema peta PBB aja biar damai."
Kemudian setelah nonton video perspektif dari agama yang gue imani, maka perjuangan Negara Palestine sana, sama halnya dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia dulu.
At least, yang berhasil gue serap, alur cerita dari tiga arah ini bertemu di tiitk yang sama.
--
Selain video-video di atas gue juga jait alurnya dengan ngulik sejarah kekaisaran Ottoman yang saat itu masih menaungi pemerintahan Negara Palestine.
Yang di atas adalah bagian kedua dari trilogi sejarah Turki. Lengkapnya, bisa klik di bawah ya:
Tidak berselang lama, muncul lagi video sejarah Israel, yang cukup menambah trivia perkara Palestine- Israel.
Selanjutnya ada artikel dari jurnalis yang melihat secara langsung konflik Palestina-Israel. Tulisannya memberikan sudut pandang yang sangat menarik mengenai konflik ini.
Klik gambarnya untuk lo baca atau bisa klik ini ya.
Pada akhirnya, gue tetap pada posisi yang sama sebelum mengulik konflik ini. Posisi yang sama, namun lebih kokoh karena punya pondasi yang stronger than ever.
Dari semua video dan artikel yang gue share, tentu lo engga akan menghasilkan posisi yang persis sama seperti gue. Latar belakang kitalah yang akan menentukan posisi finalnya.
Cukup sudah postingan ini dibuat, terima kasih buat lo yang udah baca. Yuk, share ke kerabat kalo menurut lo postingan ini bermanfaat. Seandainya lo punya opini atau sumber tambahan lainnya, bisa langsung komentar atau reach gue di instagram @flamorarero.
Salam!
Dikutip dari 'Pengalaman Ketemu Hamas di Palestina dan Bekal Kamu untuk Debat dengan Akun Pro-Israel' oleh Kardono Setyorakhmadi.
Sebelum memulai part 4 ini, mohon izinkan saya opening terlebih dahulu: Assalamualaikum wr wb!! Apa kabar lo, kamu, Anda? Semoga sehat-sehat ya. Asli. Ga kerasa udah part 4 aja???! Berbeda dengan part 3 yang sulit nemuin film bagus, di part 4 ini justru sulit karena 4/5 film yang gue tonton udah cukup bagus-bagus(?) Gue jadi bias standar, "engg ini tuh wajib ditonton atau b aja ya?" So , same as the previous part, gue tetep list film-film yang "boleh dicoba" setelah yang "wajib". Format baru dari part 4 ini yakni pendeskripsian effort gue untuk tontonan ini, "rela gak gue nonton di bioskop? Atau cukup nonton di digital streaming sahaja?" Sebenernya, gue punya 13 daftar film Thai. Tapi, sisanya gak ditemuin di platform legal yang lagi gue subscribe– ya,, apa lagi kalo bukan the one and only: Netflix. Langsung aja, here these are film-film yang wajib lo tonton part 4 and lucky for you, semuanya ada di Netlfixxx: 1. Classic Again Cast: Ranchr...
Hayiii! kembali lagi dengan per-tes-an duniawi~ Tes Love Language udah, DISC udah, MBTI udah. Sekarang yang lagi rame: Attachment Style. Apa sih Attachment Style? Attachment theory is a psychological theory that attempts to explain how people form and maintain relationships, particularly those between a child and their caregiver. These internal working models guide their later relationships with others, shaping how they approach intimacy, trust, and emotional regulation. Gampangnya, teori untuk mengidentifikasi tipe seseorang dalam membentuk dan memelihara hubungan. Terbagi jadi empat tipe: 1. Disorganized/fearful-avoidant 2. Avoidant/Dismissive 3. Anxious/preoccupied 4. Secure Lengkapnya ada di sini Tes ini pendekatannya ada dua yaitu hubungan kita dengan caregiver atau orang yang emang deket sama kita (ibu, ayah, pasangan) dan general . Desclaimer bahwa hasil tes ini tentu dinamis karena bergantung dari apa yang kita rasakan dan alamin saat ...
Oh baby, with all this mess, I still save you a space Capture and try all viral photobooths or spinning spirals in the woods Wearing red, black, or blue, but the crowns are made for us two Don't mind lying on my floral, 'cause I am not bothered with your Arsenal We can replace that football team, 'cause I just want to keep the rhythm
Comments
Post a Comment