His chapter has ended. I am clean, yet his gaze haunts me in my favorite movies and shows. Living without him is easy, but those eyes compel me to close my own. Those eyes used to interrogate me and make my heart race. It is not love and never was—it is obsession. It is an obsession with how the red string was supposed to draw us closer, but now it tears us apart.
Cerita
- Get link
- X
- Other Apps
Menyoalkan persoalan romansa-
Rasanya dulu semuanya gampang untuk ditebak siapa yang jahat siapa yang jadi korban atas jahatnya seseorang dalam ikatan romansa.
Rasanya kita bakal nyalahin orang yang mutusin pasangannya yang lagi sayang-sayangnya tanpa mengetahui alasan orang tersebut memutuskan hubungan romansanya. Lalu mengasihi pasangan yang lagi sayang-sayangnya ini karena diputusi oleh manusia yang ga punya hati.
Rasanya gampang untuk membedakannya. Mudahnya kita mengkotak-kotakkan persoalan.
Namun semakin berjalannnya waktu....
Ternyata memang tidak semudah itu untuk membedakan siapa yang jahat dan siapa yang dijahati.
Karena setiap tindakan sesorang pasti ada alasannya.
Kita nggak tau bahwa ternyata orang yang memutuskan hubungan itu sudah menyimpan rasa bimbangnya sepanjang waktu dan memutuskan hubungan agar tidak ingin terlalu jauh jalannya.
Atau memikirkan bahwa orang yang ia sangat sayangi ini tidak akan bahagia bersamanya dengan kondisi hidupnya yang sakit-sakitan.
Memutuskan demi kebahagiaan orang yang diputusi hubungannya meski menelan sakit yang tidak lebih perih. Siapa yang tau?
Ya, kita semua pernah menjadi orang brengsek di salah satu/salah dua/beberapa cerita orang lain.
Jika menyematkan ikhtisar pengalaman romansa gw, rasanya sedari dulu gue merasa bahwa gua adalah orang yang selalu dijahati.
Diduain,, trs diputusin di saat lagi sayang-sayangnya... di-phpin karena gaboleh pacaran tp 6 bulan kemudian jadian dgn orang lain,,, ditinggal jadian dengan cewe lain setelaah dekat lebih dari 6 bulan..
See? Gue di dalam cerita gue sendiri adalah orang yang menyedihkan.
Kita adalah orang yang baik di cerita kita. Selalu akan menjadi orang baik di versi cerita kita tanpa menyematkan sudut pandang orang yang udah 'jahat'in kita.
Namun tibalah waktunya, gue mulai merasa kalo gue jahat di dalam cerita gue sendiri. Meski pada akhirnya, gue bikin 1000 alasan yang membalikkan perspektif suoaya gue tetap baik di cerita gue sendiri.
Atas kejadian tersebutlah gue sadar bahwa orang yang yang pernah berbuat jahat kepada gue mungkin aja memiliki 1000 alasan atas tindakannya.
Entah demi kebahagiaan dia sendiri atau juga kebahagiaan bersama. Rasanya atas kejadian tersebut (gue yg mulai jahat), semua sakit yang masih tertinggal dari peromansaan sebelumnya, luruh begitu aja. Mengingat tindakan mereka para mantan dan gebetan ini pasti punya alasannya.
Akhir kata:
Memaafkan orang-orang yang sudah mematahkan hati berkali-kali,
Membawa kita ke dalam diri yang lebih berarti.
Rasanya dulu semuanya gampang untuk ditebak siapa yang jahat siapa yang jadi korban atas jahatnya seseorang dalam ikatan romansa.
Rasanya kita bakal nyalahin orang yang mutusin pasangannya yang lagi sayang-sayangnya tanpa mengetahui alasan orang tersebut memutuskan hubungan romansanya. Lalu mengasihi pasangan yang lagi sayang-sayangnya ini karena diputusi oleh manusia yang ga punya hati.
Rasanya gampang untuk membedakannya. Mudahnya kita mengkotak-kotakkan persoalan.
Namun semakin berjalannnya waktu....
Ternyata memang tidak semudah itu untuk membedakan siapa yang jahat dan siapa yang dijahati.
Karena setiap tindakan sesorang pasti ada alasannya.
Kita nggak tau bahwa ternyata orang yang memutuskan hubungan itu sudah menyimpan rasa bimbangnya sepanjang waktu dan memutuskan hubungan agar tidak ingin terlalu jauh jalannya.
Atau memikirkan bahwa orang yang ia sangat sayangi ini tidak akan bahagia bersamanya dengan kondisi hidupnya yang sakit-sakitan.
Memutuskan demi kebahagiaan orang yang diputusi hubungannya meski menelan sakit yang tidak lebih perih. Siapa yang tau?
Ya, kita semua pernah menjadi orang brengsek di salah satu/salah dua/beberapa cerita orang lain.
Jika menyematkan ikhtisar pengalaman romansa gw, rasanya sedari dulu gue merasa bahwa gua adalah orang yang selalu dijahati.
Diduain,, trs diputusin di saat lagi sayang-sayangnya... di-phpin karena gaboleh pacaran tp 6 bulan kemudian jadian dgn orang lain,,, ditinggal jadian dengan cewe lain setelaah dekat lebih dari 6 bulan..
See? Gue di dalam cerita gue sendiri adalah orang yang menyedihkan.
Kita adalah orang yang baik di cerita kita. Selalu akan menjadi orang baik di versi cerita kita tanpa menyematkan sudut pandang orang yang udah 'jahat'in kita.
Namun tibalah waktunya, gue mulai merasa kalo gue jahat di dalam cerita gue sendiri. Meski pada akhirnya, gue bikin 1000 alasan yang membalikkan perspektif suoaya gue tetap baik di cerita gue sendiri.
Atas kejadian tersebutlah gue sadar bahwa orang yang yang pernah berbuat jahat kepada gue mungkin aja memiliki 1000 alasan atas tindakannya.
Entah demi kebahagiaan dia sendiri atau juga kebahagiaan bersama. Rasanya atas kejadian tersebut (gue yg mulai jahat), semua sakit yang masih tertinggal dari peromansaan sebelumnya, luruh begitu aja. Mengingat tindakan mereka para mantan dan gebetan ini pasti punya alasannya.
Gue merasa gue mulai menjadi orang yang lebih luas memandang sebuah cerita. Ga gampang lagi untuk mengkotak-kotakkan dia salah. Toh, semua orang berhak bahagia atas kehidupannya masing-masing.
Akhir kata:
Memaafkan orang-orang yang sudah mematahkan hati berkali-kali,
Membawa kita ke dalam diri yang lebih berarti.
- Get link
- X
- Other Apps
Popular posts from this blog
Film Thailand Wajib Ditonton Pt.4
Sebelum memulai part 4 ini, mohon izinkan saya opening terlebih dahulu: Assalamualaikum wr wb!! Apa kabar lo, kamu, Anda? Semoga sehat-sehat ya. Asli. Ga kerasa udah part 4 aja???! Berbeda dengan part 3 yang sulit nemuin film bagus, di part 4 ini justru sulit karena 4/5 film yang gue tonton udah cukup bagus-bagus(?) Gue jadi bias standar, "engg ini tuh wajib ditonton atau b aja ya?" So , same as the previous part, gue tetep list film-film yang "boleh dicoba" setelah yang "wajib". Format baru dari part 4 ini yakni pendeskripsian effort gue untuk tontonan ini, "rela gak gue nonton di bioskop? Atau cukup nonton di digital streaming sahaja?" Sebenernya, gue punya 13 daftar film Thai. Tapi, sisanya gak ditemuin di platform legal yang lagi gue subscribe– ya,, apa lagi kalo bukan the one and only: Netflix. Langsung aja, here these are film-film yang wajib lo tonton part 4 and lucky for you, semuanya ada di Netlfixxx: 1. Classic Again Cast: Ranchr...
Seperempat Abad
Haaaaii. Assalamulaikum! Udah lama baaaangeet hahahhaha. Bingung mau mulai dari mana, tapi ayo mulai dari ringkasan kehidupan gue, SO FAR. Meski published date -nya Januari, gue baru bikin di bulan Mei. Bagi yang mengikuti jejak hidup gue di blog mungkin udah tau ya kalo gue pindah kantor. Mungkin alasan dan faktor utama gue jarang ngeblog adalah... pindah kantor. Singkatnya, lumayan penuh dan baru ada mood untuk nge-blog. ANYWAY, perayaan 25 tahun ini mengusung tema: Mandiri. Tahun sebelumnya, dominannya gue membiarkan temen gue untuk memilih atau menebak keinginan gue. Mulai dari kue, tempatnya, ucapannya. Untuk tahun ini, I make my own happines. Mulai dari, gue minta diucapin AGANTA yang "B U Bu, N, G, A, GA. BU NGAAAA" Gue kan agak ansos yah di jurusan apalagi ke adik tingkat. Untungnya, temen-temen gue semua adalah aktivis jurusan yang mana cukup membantu gue secara hubungan horizontal. Alias, bukan cuma ke adik kelas tapi juga serba serbi jurusan; gue selalu terselamat...
Oh baby, with all this mess, I still save you a space Capture and try all viral photobooths or spinning spirals in the woods Wearing red, black, or blue, but the crowns are made for us two Don't mind lying on my floral, 'cause I am not bothered with your Arsenal We can replace that football team, 'cause I just want to keep the rhythm
Comments
Post a Comment