Stuckkk

First thing first, hayiii!  28 tuh..... terdengar sangat tuwir yh kalo diucapkan. Dan yang bikin gue resah adalah... gue merasa kalo soul gue tuh masih kayak kuliah gitu. Atau minimal baru lulus kuliah. -- Lagi seliweran di TL gue yang melabelkan Taylor Swift tuh masih stuck in highschool era and she is the oldest teenager. Terus gue kayak.... oh wow. Kita tuh gabisa mengekspreksikan apa yang kita rasain karena umur ya? Bahwa apa-apa yang kita mau tunjukkin ke dunia harus relevan dengan usia pada umumnya. Karena kalo engga? Artinya, lo masih stuck dan ga dewasa. Karena hal tersebut, gue jadi mikir berkali-kali kalau mau upload sesuatu di Instagram.... sesimpel mau upload lirik lagu aja, gw takut. Temen gue udah punya anak lagi bingung mau sekolahin di mana dan gue masih riweuh sama lirik lagu buat ngode.  -- Siang tadi pas jam istirahat, gue dan temen gue yang halangan makan bareng. Dia cerita kalau dia mellow di sahur pertamanya sebagai istri. Dia lagi halangan dan harus tete...

Turunan atau Kutukan?

Siapa yang tidak menyadari jika sistem perkebunan yang dahulu dipelopori oleh kolonialisme, kini masih membayangi Negeri ini? Mengikuti langkah demi langkah perubahan yang dilakukan oleh bumi pertiwi. Tidak peduli petani meronta-ronta hingga mati yang terpenting bapak dan ibu di atas sudah kepalang happy.
Tidak sadarkah atau pura-pura tuli?

Pasca kemerdekaan, berlanjutnya sistem perkebunan di Indonesia 'katanya' adalah sistem turunan. Masyarakat Indonesia masih merangkak belum bisa jalan, tak kuat menahan beban, masih rentan dan memilih melanjutkan sistem jajahan. Sistem perkebunan tidak benar-benar hilang melainkan hanya berubah bentuk, jajahan tersembunyi kapitalisme, turunan dari kolonialisme seperti saat ini beneran turunan atau kutukan?

Sebagai mahasiswa dari Kampus Pertanian terbaik di Indonesia yang tugas demi tugasnya memiliki tumpukan jurnal-jurnal pertanian untuk dianalisis dikaji dan dipahami, amat bersyukur dapat berkesempatan melihat jendela pertanian dengan sisi yang benar. Dengan sisi bukan meremehkan, melainkan miris akan pahlawan pangan tetapi dikategorikan sebagai rakyat marjinal. Miris bahwa mereka sang pahlawan pangan tetapi statusnya amat melekat pada sebuah kemiskinan.
Rasa ingin merubah tentu ada, tetapi saat ini bisa apa? Saya yakin untuk saat ini saya harus belajar dengan baik mempelajari realita-realita petani, menjadi sosok masyarakat yang peduli dan kritis untuk bekal saat kelak menjadi 'orang' dapat selalu berada di sisi membela petani.

Sistem perkebunan Kutukan atau Turunan? Dua-duanya tak baik, saya yakin itu. Semoga saja beberapa tahun mendatang pilihan ini akan bertambah sehingga muncul sebuah harapan. Menjadi "Kutukan, Turunan, atau Pelajaran?".
Pelajaran sehingga seluruh Indonesia akan tau nantinya bahwa sistem perkebunan yang menggerus petani hanya sebuah pelajaran sejarah masa lalu yang hanya untuk dipelajari tak perlu disentuh dan dicicpi kembali.
Petani sang pahlawan pangan akan berjaya nantinya di bumi pertiwi, bumi agraris.

Flamora
I34160148

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Film Thailand Wajib Ditonton Pt.4

Attachment Style