Familiarity Trap
Gue kira, nyari pasangan yang emang familiar itu wajar banget. Ternyata, itu jebakan. Sebutannya familiarity trap.
--
Dulu pun, gue ga engeuh kalo gue punya preferensi dalam mencari pasangan. Tapi temen gue menyadarkan, ternyata gue punya tipe yang cukup similiar.
Gue kira ini wajar.
Tapi makin ke sini, gue menemukan bukan cuma tipe fisik. Tapi rasa familiar.
Misal, gimana deketinnya, playlistnya, footbal club kesukaannya, band favorit, latar belakang keluarga....
TERNYATA INI TUH BISA JADI JEBAKAN
--
Gue nemu saat scroll reels...
"Saat lo nemuin orang padahal belum kenal tapi ngerasa udah ada chemistry, you better run because your body try to tell you bahwa itu cocok dengan LUKA TRAUMA"
That ((BELUM KENAL)),,,
Deymnnn......
KENA BANGET.
JADI, SELAMA INI GA BAGUS YA?
Gue pikir kayak yaudah emang kita pasti lebih nyaman sama sesuatu yang familiar sama kita. Tapi justru badan kita seakan akan ngenalin virus yang sama dan willing to untuk ngadepin hal yang sama karena udah 'bisa'.
Well, beberapa tahun terakhir sih ga ada yang berarti banget ya. No one hurts me as much as my own expectations. Dengan begitu, yang harus gue perbaiki tuh cara gue menilai seseorang. Bare minimum gue bener-bener fokus ke prinsip dan karakter, bukan perintilan ga penting.
Good luck buat temen temen single!! Semoga dengan single ini jadi banyak refleksi diri dan tentunya pelindung dari banyaknya sakit hati. Wishing you are on the right path to meet your right match. Aissss mantep.
Wassalam.
Comments
Post a Comment