17 Januari 2026

Penerbangan dari Lampung ke Jakarta. Gue duduk di samping jendela. Gue gak pernah ngerasain turbulensi seeeeedahsyat dan semengerikan itu. Semua penumpang meringis ketakutan. Begitupun dengan gue. Gue sendiri terpisah dari temen-temen gue yang dapet di barisan depan. Kepala gue full ngebayangin kalo ini tuh bukan roller coaster, bukan gue lagi di bus atau di mobil. Gue lagi ada di atas ketinggian. Di atas langit.  Gue bayangin berita yang akan muncul. Ada nama gue, temen-temen gue, direktur gue. Reaksi nyokap pas tau berita tersebut. Rasa bersalah karena gue belum sempet ngabarin dan minta doa nyokap kalo gue mau take off.  Sebelum berangkat, gue liat di mural bandara Radin Inten "lebih baik tidak terbang daripada tidak sampai tujuan". Gue gabisa sharing ketakutan gue. Gue cuma bisa istighfar. Gue gabisa pegangan sama orang yang gue sayang bahkan yang gue kenal. KALUT. Gue cuma sendiri ngadepin ketakutan dan turbulensi yang luar biasa. Gue masih banyak dosa. Gue ga siap. Ya A...

Museum Angkut, Museum Modern Kaya Interaksi

Assalamualaikum wr wb!

Sebelumnya kan udah bahas soal Tamansari di Jogja (kalian bisa cek di sini), sekarang bahas pengimplementasian interpretasi di Museum Angkut, Batu!

Pasti udah banyak banget yang tau soal Museum kece di Kota Batu ini. Mulai dari sepeda kuno sampe pesawat boeing, terpajang dengan apik di museum yang berdiri sejak tahun 2004 ini.  Museum angkut didirikan oleh Jawa Timur Park Group yang kita tahu juga perusahaan ini mendirikan Jatim Park, BNS dll.

Tiket masuk untuk weekend atau peak season seharga 100k sedangkan untuk weekday seharga 70k (Per Desember 2018). Belajar dari pengalaman wisata sebelumnya, gue cari leaflet buat cek peta museum. Nih, betapa okenya design interpretasi leaflet yang disediakan:

Lengkapnya leaflet Museum Angkut

Bisa kita liat selain peta, terdapat pula jadwal cara yang nantinya akan diselenggarakan di Museum Angkut.

Keliling-keling-dan keliling. Gak cuma bisa foto-foto dengan transport antik aja yang asik, ternyata interpretasi yang disediakan juga super lengkap. Selain papan kaya gini:

Papan Interpretasi konvensional

Ada juga touchpad interaktif untuk penjelasan si objek. Contohnya kayak gini:

Touchpad interaktif: kita bisa milih apa yg mau kita ketahui

Penjelasan yamg mudah untuk dipahami

Museum angkut memiliki zonasi yang terdiri dari berbagai negara. Zonasi ini dicirikan transportasi yang ada di negara tersebut. Contohnya aja kaya gini:

Zona Italia

Motormya Italian

Selain interpretasi sejarah transportasi, ada juga sejarah yang berkaitan dengan transportasi. Contohnya kayak gini:

Penemuan ICE
Ternyata Burung Merpati jadi tukang pos itu beneran:")

ada juga nih sejarah dari tembok berlin di Zona Jerman:

Sejarah Tembok Berlin
Zonasi Jerman: Tembok Berlin

Omong-omong soal papan interpretasi. Menurut gue, papan simbol dan interpretasi di Museum Angkut ini unik binggo. Bisa dibuktikan dari foto-foto di atas dan kata-kata papan larangan juga ditata dengan 'ramah' seperti ini:

This machine has no brain, use your own

Lebih terhormat bila anda tidak memegang

Udah disebutkan kalo museum ini terbagi atas zona-zona, nah di akhir museum ada 'kereta' yang mengantarkan kita keluar museum.

Sayonara



Saat keluar museum mulai deh kita disuguhkan jajanan khas malang seperti apel malang ini:

Oleh-oleh khas Malang

Apel Malang

Selain apel malang juga ada makanan lainnya, yang tentunya tidak gw foto:)))) WKWK

Saran gue buat masuk ke museum ini:
BAWA KAMERA PROFESSIONAL JANGAN LUPA. Walaupun nanti bakal terkena charge sebesar 30k,  tapi itu worth kok buat foto-foto karena banyak banget spot keren di museum ini.

Sekian cerita di Kota Batu ini saya tuliskan. Terima kasih sudah membaca semoga bermanfaat.

Wassalamualaiakum wr wb

Comments

Popular posts from this blog

Attachment Style

Cocokologi