Stuckkk

First thing first, hayiii!  28 tuh..... terdengar sangat tuwir yh kalo diucapkan. Dan yang bikin gue resah adalah... gue merasa kalo soul gue tuh masih kayak kuliah gitu. Atau minimal baru lulus kuliah. -- Lagi seliweran di TL gue yang melabelkan Taylor Swift tuh masih stuck in highschool era and she is the oldest teenager. Terus gue kayak.... oh wow. Kita tuh gabisa mengekspreksikan apa yang kita rasain karena umur ya? Bahwa apa-apa yang kita mau tunjukkin ke dunia harus relevan dengan usia pada umumnya. Karena kalo engga? Artinya, lo masih stuck dan ga dewasa. Karena hal tersebut, gue jadi mikir berkali-kali kalau mau upload sesuatu di Instagram.... sesimpel mau upload lirik lagu aja, gw takut. Temen gue udah punya anak lagi bingung mau sekolahin di mana dan gue masih riweuh sama lirik lagu buat ngode.  -- Siang tadi pas jam istirahat, gue dan temen gue yang halangan makan bareng. Dia cerita kalau dia mellow di sahur pertamanya sebagai istri. Dia lagi halangan dan harus tete...

Kalau Bukan Mereka, Semua Tidak Akan Lebih Mudah (3)

Menjalani dua sekaligus kesempatan terbaik yang diberikan oleh Allah SWT, yakni Akselerasi dan PKM/Pimnas sangat mengukir pengalaman yang tidak terlupakan.

Menyusun proposal skripsi dengan kecepatan super untuk mengejar kolokium yang dilaksanakan tepat seminggu setelah selesai kegiatan Pimnas. Dosen pembimbing yang akan terbang ke Jerman juga dosen pembahas yang hingga oktober akan pergi keluar kota mendorongku untuk segera menyelesaikan proposal skripsi secepatnya, sebaik-baiknya.

Jika banyak kekurangan, semua tidak pernah disengaja. Persiapan dilakukan dengan penuh kegigihan meski hasilnya belum maksimal. Lagi-lagi hanya waktu 24 jam sebagai saksi yang bisa menjawab dengan lantang. Karena mata panda dan muka kusam sebagai indikator kelelahan masih kurang menjawab dengan mantap.

Semuanya tidak mudah. Namun tidak akan lebih mudah bila bukan Bapak Amo sebagai dosen pembimbing, Bapak Martua sebagai moderator (dosen pembahas), Risma Amelia sebagai reviewer, dan teman-teman seperti Juki, Lae, Yumce, Anita, Syifa, semua teman yang sudah membantu dan menyemangati hingga akirnya kolokium tersebut terlaksana. Tentunya orang tua yang juga selalu mendoakan tanpa henti, Terima kasih.

Kalau Bukan Mereka, Semua Tidak Akan Pernah Lebih Mudah....

Comments

Popular posts from this blog

Film Thailand Wajib Ditonton Pt.4

Attachment Style