Stuckkk

First thing first, hayiii!  28 tuh..... terdengar sangat tuwir yh kalo diucapkan. Dan yang bikin gue resah adalah... gue merasa kalo soul gue tuh masih kayak kuliah gitu. Atau minimal baru lulus kuliah. -- Lagi seliweran di TL gue yang melabelkan Taylor Swift tuh masih stuck in highschool era and she is the oldest teenager. Terus gue kayak.... oh wow. Kita tuh gabisa mengekspreksikan apa yang kita rasain karena umur ya? Bahwa apa-apa yang kita mau tunjukkin ke dunia harus relevan dengan usia pada umumnya. Karena kalo engga? Artinya, lo masih stuck dan ga dewasa. Karena hal tersebut, gue jadi mikir berkali-kali kalau mau upload sesuatu di Instagram.... sesimpel mau upload lirik lagu aja, gw takut. Temen gue udah punya anak lagi bingung mau sekolahin di mana dan gue masih riweuh sama lirik lagu buat ngode.  -- Siang tadi pas jam istirahat, gue dan temen gue yang halangan makan bareng. Dia cerita kalau dia mellow di sahur pertamanya sebagai istri. Dia lagi halangan dan harus tete...

Kalau Bukan Mereka, Semua Tidak Akan Lebih Mudah (2)

Total kurang lebih 10 minggu kegiatan PKM dilaksanakan. Penuh kebahagiaan, tangis, dan haru dicampuradukkan.

Revisi laporan PKM, design kemasan, design buku, design poster, kemudian diiringi dengan penyusuanan Laporan Studi Pustaka mewujudkannya aku yang selalu membawa laptop kemanapun. 

Melihat teman satu departemen yang lain bisa tidak membawa laptop, terkadang membuatku iri. Mereka bisa dengan cantik membawa tas jinjing tanpa perlu dihinggap rasa khawatir.

Syukurku panjatkan laporan studi pustaka mendapatkan akhir nilai yang memuaskan.... aku akan jujur menyatakan bahwa laporan studi pustaka ku benar-benar seadanya. seadanya yang kukerjakan bukan berarti tidak ada niat di dalamnya. Hanya waktu 24 jam sebagai saksi yang bisa menjawabnya dengan lantang.

Terima kasih Bapak Amo, tanpa Bapak, laporan Studi Pustaka tidak akan semudah ini.

Kembali ke PKM-M, daftar kelompok yang lolos Pimnas 32 diumumkan. Alhamdulillah Allah memberikan kesempatan untukku dan teman setim lainnya untuk merasakan atmosfir Pimnas. Perjalanannya tidak mudah. Namun tidak akan lebih mudah lagi bila saat ini aku mengikuti Pimnas memawa nama kampus lain. IPB mengerahkan semua fasilitas terbaiknya untuk tim yang lolos Pimnas membuat kami lebih semangat untuk menorehkan sejara.

Meski pada akhirnya kesempatan menoreh emas untuk tim tidak berhasil namun IPB dengan usaha dan doa terbaiknya menorehkan juara umum kedua di Pimnas 32.

Terima kasih IPB, tanpa IPB, Pimnas yang aku rasakan tidak akan seberharga ini.

Comments

Popular posts from this blog

Film Thailand Wajib Ditonton Pt.4

Attachment Style