Miracles in August

Image
Dari 2024-2025 gue ngerasa bulan Agustus tuh menyenangkan banget. Entah, walaupun padat kerjaan tapi gue happy. Sampai akhirnya tahun 2026. Untuk pertama kalinya gue ngerasa muak sama Agustus. Kerjaan gue padet banget dari Juli akhir sampe Agustus. Alasan utamanya adalah gue jadi panitia bagian acara hut kantor. Yang mana, gue ga pernah dijadiin anak acara karena kerjaan harian gue di Agustus tuh juga udah padat. Satu-satunya yang bikin gue termotivasi di Agustus adalah gue sempet menang lomba tagline hut kantor. Jadi gue kayak menenangkan diri dengan "Fla gapapa entar maju ke panggung dapet hadiah menang tagline" WKWK. Karena jujurr selama kerja di kantor sekarang, gue ga pernah ikutan lomba tagline ini. Padahal, gweh kan anak marcomm yang udah jadi makanan sehari-hari banget bikin caption, annual report, dan rkap. Pemenang tagline ini diumumin di malam puncak hut. Acaranya dimulai dari tanggal 13-15 Agustus. Yang bikin gue keki adalah: Gue bakal berangkat nyusul. Karena afh...

Kalau Bukan Mereka, Semua Tidak Akan Lebih Mudah (2)

Total kurang lebih 10 minggu kegiatan PKM dilaksanakan. Penuh kebahagiaan, tangis, dan haru dicampuradukkan.

Revisi laporan PKM, design kemasan, design buku, design poster, kemudian diiringi dengan penyusuanan Laporan Studi Pustaka mewujudkannya aku yang selalu membawa laptop kemanapun. 

Melihat teman satu departemen yang lain bisa tidak membawa laptop, terkadang membuatku iri. Mereka bisa dengan cantik membawa tas jinjing tanpa perlu dihinggap rasa khawatir.

Syukurku panjatkan laporan studi pustaka mendapatkan akhir nilai yang memuaskan.... aku akan jujur menyatakan bahwa laporan studi pustaka ku benar-benar seadanya. seadanya yang kukerjakan bukan berarti tidak ada niat di dalamnya. Hanya waktu 24 jam sebagai saksi yang bisa menjawabnya dengan lantang.

Terima kasih Bapak Amo, tanpa Bapak, laporan Studi Pustaka tidak akan semudah ini.

Kembali ke PKM-M, daftar kelompok yang lolos Pimnas 32 diumumkan. Alhamdulillah Allah memberikan kesempatan untukku dan teman setim lainnya untuk merasakan atmosfir Pimnas. Perjalanannya tidak mudah. Namun tidak akan lebih mudah lagi bila saat ini aku mengikuti Pimnas memawa nama kampus lain. IPB mengerahkan semua fasilitas terbaiknya untuk tim yang lolos Pimnas membuat kami lebih semangat untuk menorehkan sejara.

Meski pada akhirnya kesempatan menoreh emas untuk tim tidak berhasil namun IPB dengan usaha dan doa terbaiknya menorehkan juara umum kedua di Pimnas 32.

Terima kasih IPB, tanpa IPB, Pimnas yang aku rasakan tidak akan seberharga ini.

Comments

Popular posts from this blog

Film Thailand Wajib Ditonton Pt.4