Review Lebaran

Jujurrr lebaran tahun ini menyenangkan deh. Setelah 7 tahun absen lebaran di Ciledug karena always di Purwokerto dengan Mbah Putri. Sekarang, Mba Putri udah ngga ada dan lebaran dulu di Ciledug. Menyenangkan karena gue ga ngerasa kesepian. Lebaran di Ciledug rame banget terus pas di Purwokerto pun gue cuma 2 hari dan acaranya padet banget. Love it. Soal ditanyain kapan nikah juga engga ada.... doa dari tante dan pakde gue pun "sukses ya Flaa" UDAH GIVE UP kayanya. Heuheu. Eitssss, tapi pressure itu tentu belum hilang sepenuhnya. Pressure tersebut datang dari kedua orang tua aku:) Gue masih kekeuh banget lagi gue cuma mau nikah sama orang yang gue 'sreg'. Gue gamau ngerasain lagi perasaan yang ga setara. Gue gamau ngerasain hal yang sama kayak salah potong rambut di salon, maksain makan makanan yang salah pesen, atau nerima paket yang ternyata beda sama di foto. Setelah 10 tahun single, jatuh bangun patah hati sebegitunya masa gue ended up sama orang yang gak gue '...

Kalau Bukan Mereka, Semua Tidak Akan Lebih Mudah (2)

Total kurang lebih 10 minggu kegiatan PKM dilaksanakan. Penuh kebahagiaan, tangis, dan haru dicampuradukkan.

Revisi laporan PKM, design kemasan, design buku, design poster, kemudian diiringi dengan penyusuanan Laporan Studi Pustaka mewujudkannya aku yang selalu membawa laptop kemanapun. 

Melihat teman satu departemen yang lain bisa tidak membawa laptop, terkadang membuatku iri. Mereka bisa dengan cantik membawa tas jinjing tanpa perlu dihinggap rasa khawatir.

Syukurku panjatkan laporan studi pustaka mendapatkan akhir nilai yang memuaskan.... aku akan jujur menyatakan bahwa laporan studi pustaka ku benar-benar seadanya. seadanya yang kukerjakan bukan berarti tidak ada niat di dalamnya. Hanya waktu 24 jam sebagai saksi yang bisa menjawabnya dengan lantang.

Terima kasih Bapak Amo, tanpa Bapak, laporan Studi Pustaka tidak akan semudah ini.

Kembali ke PKM-M, daftar kelompok yang lolos Pimnas 32 diumumkan. Alhamdulillah Allah memberikan kesempatan untukku dan teman setim lainnya untuk merasakan atmosfir Pimnas. Perjalanannya tidak mudah. Namun tidak akan lebih mudah lagi bila saat ini aku mengikuti Pimnas memawa nama kampus lain. IPB mengerahkan semua fasilitas terbaiknya untuk tim yang lolos Pimnas membuat kami lebih semangat untuk menorehkan sejara.

Meski pada akhirnya kesempatan menoreh emas untuk tim tidak berhasil namun IPB dengan usaha dan doa terbaiknya menorehkan juara umum kedua di Pimnas 32.

Terima kasih IPB, tanpa IPB, Pimnas yang aku rasakan tidak akan seberharga ini.

Comments

Popular posts from this blog

Film Thailand Wajib Ditonton Pt.4

Seperempat Abad